Wednesday, December 11, 2013

My baby's first year: getting enriched

I have never written anything for a year. Now my baby boy "Fathan Arfa Makhazi" is already one year old. Alhamdulillah. He is still a crawler, but sometimes can walk one to three steps by himself.

He's getting enriched day by day. He can wave to someone who is leaving. He can do "kiss bye". Surprisingly, he can dance with different styles according to the types of music he is listening to.

He lifts his hands like praying when he heards sholawat. I teach him to do it. On contrary, he shakes his head and twist his wrists when heards dangdut musics. I don't teach him this one. Haha..

I'm so proud of him and what he achieves during the growth. I hope he can walk by him self before my birthday next two weeks as my birthday gift. I love you son.

Sunday, December 2, 2012

Coconut Oil: A Tip for Smooth Delivery

A few days ago I had a morning walk with granny to Aunt Yayang's house. When we had a conversation, Aunt Yayang suggested me to consume coconut oil for smooth delivery. She did it since her first pregnancy, and it worked. Granny did it also.

So as I arrived home, I told mom to make me some home-made coconut oil. She said that she consumed it also. It is easy to make. Cook some shredded coconut (without oil) until it releases some oil. Filter the waste, and take the oil.

This morning the coconut oil is already served on the dining table. I drank it a spoon. Hoped it will work. Wanna try? It tasted like Klepon cake flavor, which is not bad.


Friday, November 23, 2012

Seperti Mimpi

Kemarin selepas sholat ashar aku dengar samar-samar suara ayah dari lantai bawah bahwa suamiku datang. Tapi tak kuhiraukan karena setahuku dia seharusya ada di Bandung untuk dinas sore. "Gak mungkin," batinku. Lalu dengan masih memakai mukena kulanjutkan berdoa, diiringi suara hujan deras, sambil menunggu magrib yang hanya tinggal 15 menitan lagi.

Selang beberapa detik ada yang mengetuk pintu kamar. Saatku menoleh ternyata suamiku! I'm so surprised! Dia datang dengan basah kuyup kehujanan. Senangnya aku.

"Kok gak bilang mau pulang?" tanyaku sambil cubit-cubitin perutnya yang agak buncit itu.
"Aku tadi rapat di kantor unit Kramat," katanya mencoba menghindar dari cubitanku.
"Jelek... kenapa gak ngasih tau sih.." Aku terus mencubitinya.
"Aduh sakit.Tadi siang kan aku sms lagi rapat."
"Iya tapi gak bilang kalo di Jakarta."
"Hehe.. kan mau nengokin dede.." Ujarnya cengar-cengir.

Ini sudah kali ke 3 dia membuatku surprised dengan kedatangannya. hihi.. Tapi pagi tadi sekitar pukul 8 dia sudah berangkat lagi ke Bandung untuk kembali kerja dan latihan persiapan lomba di Lombok 27 November nanti. Pertemuan yang hanya berlangsung satu malam ini bener-bener seperti mimpi. Mimpi yang menyenangkan :)

Tuesday, November 6, 2012

Jerawat Saat Hamil

Sudah dua kali selama delapan bulan ini jerawat tumbuh di wajahku. Gak tanggung-tanggung ukurannya hampir setengah senti. Rasanya gatal dan kepingin garuk aja. Gemes deh setiap kali melihat ke cermin.

Tapi urusan jerawat ini memang menguji kesabaran kaum perempuan ya. Apalagi saat hamil, jerawat bisa tumbuh karena pengaruh meningkatnya hormon. Mengutip dari sehat-enak.blogspot.com, perubahan hormon di tingkat progesteron adalah salah satu faktor yang berhubungan dengan jerawat selama kehamilan. Progesteron dapat meningkatkan sekresi kulit, menyebabkan kelenjar minyak memproduksi untuk mengaktifkan. Minyak yang dihasilkan dapat menyediakan media pertumbuhan yang sempurna untuk bakteri yang menyebabkan masalah kulit, termasuk jerawat.

Gimana sih cara mengatasainya? Seperti yang banyak dikatakan dokter, konsumsi obat-obatan tertentu sangat tidak disarankan selama kita hamil, karena bisa saja bahan kimia di dalam obat memberi pengaruh yang tak kita ketahui pada janin. Nah, berikut tips aman mengatasi jerawat yang dikutip dari bayidanibu.blogspot.com:

1. Minum air mineral delapan gelas sehari
2. Tambahkan asupan buah-buahan pada menu makan
3. Usap keringat dengan tisu, dan jangan biarkan tinggal lama-lama di wajah
4. Lakukan perawatan dengan masker jeruk atau mentimun yang alami dan tidak berbahaya bagi kandungan


Sepertinya tips di atas sangat mudah untuk dipraktikkan. Yuk kita coba!

Saturday, November 3, 2012

Pilah-Pilih Nama

It's a Boy! Empat kali hasil USG menyatakan bahwa jenis kelamin anak kami Insya Allah lelaki. So, aku dan suami concern mencari hanya nama untuk anak lelaki. But, cukup sulit ya memilih nama anak dari ratusan nama-nama bagus yang ada. Aku dan suami lebih menyukai nama yang bernafaskan Islam sehingga tanpa ditanya agamanya orang sudah tahu bahwa anak ini seorang muslim. Selain itu, nama belakangnya wajib memakai Makhazi seperti nama Papanya, Kurnia Agung Makhazi.

Sejauh ini ada dua rangkaian nama pilihan yang menjadi kandidat untuk diberikan kepada anakku, yaitu:
Fathan Affan Makhazi yang artinya kemenangan putra Makhazi dalam mencegah dari perbuatan buruk
dan
Faeyza Arfa Makhazi yang artinya kesuksesan yang mulia dari anak Makhazi.

Dua-duanya aku suka. Tapi suami lebih suka yang pertama. Masalahnya, anak ini adalah cucu sekaligus cicit pertama di keluargaku. So, banyak banget yang antusias berkomentar soal nama. Terutama nenekku yang tinggal satu-satunya. Beliau gak suka banget dengan nama Fathan, karena mirip dengan nama tetangga depan yaitu Matan. Fiuh...

Bingung ih. Kita lihat perkembangannya nanti setelah si baby lahir. Hope we'll get the best one for all.






Wednesday, October 31, 2012

Maternity Photo

Few days ago Aunt Neneng brought me a maternity tabloid "Nakita". One interesting feature inside is "Indahnya Kehamilanku" which posts several photos of happy pregnant women. Sure I was interested to send  them my maternity photo.

It looked like this.


It was taken when my pregnancy was about 6 months at MStudio Jatinangor. Hoped to see it posted on November Edition.

I have some others accompanied by my husband. Here they are. :*






Tuesday, October 23, 2012

Antara Jakarta-Bandung Season 2


Pagi tadi aku harus melepas suamiku tercinta kembali ke Bandung untuk kembali bekerja. Sedih. Berkali-kali aku menangis sebelum ia berangkat, bahkan sebelum dia mengantarkanku untuk dititipkan ke orang tuaku di Jakarta seminggu lalu. Mulai hari ini aku hanya bisa bertemu dengannya setiap 12 hari sekali, sama seperti dulu saat baru menikah dan masih tinggal terpisah antara Jakarta-Bandung.

Tuh kan aku jadi nangis lagi.
Bunda and dede miss u, Papa.