Monday, October 15, 2012

32-Week: Preparing to Go Back to Jakarta

It's 31 week-4 day of my pregnancy now. My baby is growing healthy and actively gives movements that sometimes I feel gentle, sometimes quite hard. Now I have a little more appetite than few weeks before. Hopefully I can gain 2-3kgs more at the end of this week.

Actually I'm planning to go back to Jakarta in early November, staying at my parents' house till I deliver the baby later on December (as predicted by doctors). But my lovely husband got an immediate work agenda in Jakarta on Thurs Oct 18. So he "ordered" me to prepare my early coming home on Wednesday this week.

It's too early, indeed. I still want to have more time with him in this this small house. Waking him up in the morning, preparing his breakfast, cooking for lunch and dinner, ironing his clothes, hugging and cuddling as I get asleep at night. Sort of sweet things as a couple who live happily only the two of us (and with the lovely baby).

I will miss him a lot.



Monday, April 23, 2012

2 Red Bands: Positive..!


Alhamdulillah it's been 6 weeks now of my first pregnancy. It was revealed on Monday 9 of April 2012. It was a week late for my regular monthly period that it meant I was conceiving for 4 weeks (1 month).
 
I and the whole family were sooooo happy. The child we've been waiting for for about 3 months is coming within 8 months.

Now I start feeling like other moms-to-be do: morning sick! But it's OK. I'm happy with this.
I love you baby.

Thursday, March 29, 2012

Rumah Betawi dalam Resepsi

Jauh sebelum kata pernikahan terucap, gue udah sumpah serapah dalam hati, "Kalo nikah nanti gue mau pake pelaminan rumah betawi". Maka dari itu pernikahan kami mengusung tema adat Betawi, sesuai dengan adat asal keluarga gue dan keluarga Agung. Intinya, dari awal akad sampe akhir resepsi maunya bertema betawi.

Akhirnya setiap survey vendor wedding organizer gue selalu cari tau dulu apakah mereka menyediakan pelaminan betawi. Banyak vendor yang punya rumah Betawi yang bagus. Salah satunya adalah Ozi Salon, setidaknya begitulah yang terlihat di brosurnya. Setelah sreg dengan make-up dan pakaian yang mereka punya, pelaminan betawi, plus bujuk raju manis dari pemiliknya, akhirnya gue pilihlah Ozi Salon ini.

Ternyata pelaminan betawi ini dipesan dari sebuah vendor dekorasi. Kami janjian dengan pemilik dekorasi itu untuk milih model pelaminan betawi yang akan kami pakai. Bagus-bagus sih. Sayangnya model awal yang gue pilih ga memungkinkan untuk gedung resepsi yang gue pakai, karena model atap joglo yang tinggi tersebut tidak mencukupi untuk dimasukkan ke dalam gedung. Akhirnya kami pilih model rumah betawi si Doel, yaitu tanpa atap trapesium (joglo). Begini lah penampakan rumah betawi yang kami pakai di resepsi:


Gimana? menurut gue udah cukup bagus, tapi ada posisi bunganya terlalu ke bawah. Jadi ketutupan deh pas pada berfoto. Tapi overall gue puas dengan model ini. Tengkyu for the decoration team.


Wednesday, March 28, 2012

Lewatin Palang Pintu Baru Akad Nikah

Daarrr..! doorrrr!

Bunyi petasan mengagetkanku dan orang-orang yang ada di ruang rias. Ibu Rodiah, perias pernikahanku, dan asistennya yang gak jelas laki apa perempuan, langsung sumpah serapah ngeluarin ke-latah-an-nya karena kaget. Petasan yang menggemparkan Komplek AIRUD pagi itu (Minggu, 11 Desember 2011) menandakan bahwa calon pengantin pria a.k.a. aa Kurnia Agung Makhazi dan rombongan telah tiba di tempat acara pernikahan kami di Gedung Tirta Kemala Sari AIRUD, Jakarta Utara.

Aku yang sejak semalam sebelumnya santai-santai saja, sontak tersadar bahwa pagi itu aku dan Agung benar-benar akan nikah, cuy! Anxiety mulai melanda, terlebih saat menyadari bahwa aku belum selesai mengenakan kerudung!

"Selamat datang kepada rombongan keluarga H. Abdul Aziz..." terdengar dari ruang rias kalau MC nya udah mulai buka suara.



Sebelum akad nikah dimulai, kami menggelar acara adat Betawi yaitu Palang Pintu. Ini acara yang biasa digelar masyarakat betawi khususnya oleh keluarga calon pengantin wanita untuk menyambut calon pengantin pria beserta rombongan besan. Inti dari acara ini yaitu menaklukkan keluarga calon pengantin wanita agar dapat menerima kedatangan pengantin pria untuk menikahinya, caranya dengan membawa jawara alias jagoan silat untuk bertarung dengan jawara dari pengantin wanita. Tak hanya harus jago bertarung secara fisik, para jawara pun harus jago bertarung pantun loh.

Selang beberapa saat group palang pintu mulai terdengar bales-balesan pantun. Agung juga ditantang untuk bales pantun. 




Selesai sudah sesi dandan sekaligus memakai pakaian pengantin beserta kerudungnya. Begini nih penampakannya..

Gimana? Cantik kan gue? hihihi.
Sambil nunggu gruop palang pintu selesai berpantun ria, gue sempetin foto-foto dulu sama sohib Wury yang dateng sama her little cutie niece (Gimana mau cari gebetan di acara sih jeng kalo lo dateng bawa anak kecil.. hufff)

Matahari mulai naik, udah hampir setengah 10 pagi WIB. Suasana pantun juga semakin memanas, sampe berlanjut ke acara beranteman. Jadi ceritenye jawara dari pihak lelaki harus bisa ngalahin dua orang jawara pihak gue (padahal sih udeh kong kalikong supaya jawara lelaki menang tarung. Kalo kaga, ya batal dong kawinnye. hehehe..). Nih beberapa foto aksi mereka.





So, jawara dari pihak penganten lelaki ceritenya udah berhasil bikin dua jawara pihak gue lari kebirirt-birit. Now, pengantin lelaki beserta keluarganya dipersilakan masuk dan disambut oleh untaian bunga melati yang dilingkarkan di leher calon pengantin lelaki alias Agungku tercinta.



Sebelum lanjut ke acara utama, yaitu Ijab Qabul, biasa deh ada acara seserahan.


Lalu sambut-sambutan dari perwakilan keluarga gue selaku pemangku hajat yang dibalas oleh perwakilan keluarga Agung sebagai besan.

Oomnya Agung memberi sambutan



Terus dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Merdu banget suara Qori'nya (kedengaran dari tempat persembunyian gue). Dan beliau hafal loh bacaannya.

Qori' melafazhkan ayat Al-Quran
Lalu tiba saatnya gue dipanggil keluar untuk ijab qabul, dianter sama adek gw, Anis.

Gw yang mau kawin kok ade gw yang tegang..

Masih ada surat-surat yang perlu ditanda-tanganin dari KUA oleh kami berdua.


Untuk ngusir muka tegang kami, penghulunya sedikit ngelawak.. Jadi gini deh mukanya..



Makin tegang deh! pak penghulu udah siap-siap aja menjalankan tugasnya. Tapi sebelum ijab qabul dilaksanain, gue mesti minta ijin dulu sama ayah buat dinikahin. Tapi gue malah ga bisa ngeluarin satu katapun! cuma nangis aja sesenggrukan. Inget dosa-dosa sama ayah. Akhirnya cuma cium tangan ayah aja. lalu cium tangan ibu dan mbah cewe. Sedihnya mbah laki lagi terbaring sakit ga bisa hadir di acara.



Alhamdulillah, ijab qabul terlaksana lancar jaya. Dalam satu kali sebut gue dan Agung resmi jadi laki-bini. hihihi.. senengnyaaaa...



Selanjutnya, acara sungkeman. Ini juga bagian yang paling sedih. Agung malah sampe nangis kejer sambil meluk ayahnya.
gue sungkem sama mama mertua

Agung sungkem sama nyokap gue.


Terakhir acara foto-foto dan makan-makan....


Kiri ke kanan: Heru, Iik, Bambang, Afit, Agung, Gue, Atiek, Wury

Abis itu jeda kurang lebih 2 jam untuk ganti baju resepsi a ala betawi. Penasaran liat tampang kami berdua? tungguin post berikutnya yah.

Thank you for reading :)

Monday, January 2, 2012

Yaaayyyy Wedding..!!!

Setelah semua yang ribet-ribet dijalani:

  • Nyari kebaya buat tunangan (Dari Tanah Abang kesorean ga dapet apa-apa, pindah ke ITC Cempaka Mas. Dapet yang pas badan pas budget! yayyy!!)
  • Nyari cincin tunangan yang bikin pusing. (Beda pendapat mulu. Ujung-ujungnya pake pilihan honeydut.)
  • Tunangan alias Lamaran 10-09-2011
  • Nyari-nyari vendor make up dan tetek bengeknya untuk resepsi selama bulan Oktober
  • Beli barang-barang seserahan. (Paling ribet waktu beli sepatu karena susah banget nemu yang pas di kaki gue yang sangat mini ini. Dari Tanah Abang ujung-ujungnya ke Mal Kelapa Gading. Tapi dapet juga yang pas di kaki pas di hati, pas di budget :)
  • Berburu souvenir dari Asemka sampe ITC Cempaka Mas.
  • Nyari model undangan dan baru dicetak pertengahan November
  • Nyebarin undangan awal Desember (Masih ada juga ternyata yang belom sempet dianter hehehe)
  • Nyetak tambahan undangan 1 minggu sebelum hari H karena masih kuraaaang... hiks hiks..
  • dan berantem-berantem-an sama honeydut karena beda pendapat soal other small stuffs,

Alhamdulillah akhirnya terlaksana pernikahan kami yang dinanti-nanti dengan khidmat dihiasi nuansa betawi, Minggu 11 Desember 2011 pk. 09.00 - 18.00 di gd. Tirta Kemala Sari, Komplek AIRUD, Jakarta Utara.


Terima kasih banyak untuk:
  1. Orang tua gue tercinta Bpk. Achmad Jawadi & Ibu Sri Rahayu yang paling repot dari sebelum tunangan sampe selesai pernikahan
  2. Mbah Hj. Halimah, Tante Yayang, Tante Neneng, Tante Titi, Tante Nona, Kak Merry, Novi yang bantuin di meja buffet. You are the best aunties lah!
  3. Om Bahru, Om Budi, Om Iyan yang ikutan repot juga bolak-balik ngerjain ini itu.
  4. Apid yang rela disuruh-suruh padahal dah dandan keren. 
  5. Tim makeup (banyak yang pangling sama muka gue. Puas deh!)
  6. Tim dekor. (Dua jempol kata jeng Wury!)
  7. Tim Palang Pintu. (keren deh para jawaranye sampe kotor-kotoran di jalan).
  8. Keluarga besar H. Nasib & Hj. Halimah yang ikut mengiringi saya pada akad nikah dan resepsi
  9. Keluarga besar H. Abdul Aziz yang ikut mengiring suami tercinta pada akad nikah dan resepsi
  10. Afit, Dewi, Dwi yang mau dititipin undangan untuk temen-temen lain
  11. Wury, Afit, Bambang, Heru, Vita, Iik, Atiek yang nungguin akad nikah.
  12. Semua tamu-tamu yang hadir (temen-temen SMPN 244, SMAN 73, STBA LIA, BINUS, SMPN 162, SMKN 4, Polman ASTRA, Pertamina, KOPLAK, ECC, beserta kado dan angpaonya. hehehe..)
  13. Semua yang turut andil membantu terlaksananya pernikahan kami

Thank you so much. Barakallahu lakum wa lana.
-Firda & Agung-

Saturday, August 27, 2011

Pre-Engagement War

Mungkin banyak couple menjelang engagement day lagi romantis-romantisnya. Unluckily, gw sama honeydut ga gitu tuh. Engagement day  tinggal dua minggu lagi. Tapi doi adaaaaa aja bikin ulah, nyari gara-gara. Nambahin ujian puasa gue aja. Ada aja yang diributin, dah kaya anak kecil. Puncaknya tuh happened last night. Si honeydut marah besar gara-gara gw pulang acara buka bersama nebeng sama temen kantor laki-laki. Tega banget sih dia masa gue suruh pulang sendiri di tengah Petamburan antah berantah.

Sebenernya sih gw ga begitu takut pulang malem sendirian, dah biasa dari jaman kuliah. But, pemberitaan akhir-akhir ini soal mahasiswi Binus yang dibunuh sama supir mikrolet M24 yang lewatin Binus bikin gw sedikit merinding disko.

Gw dah nyoba jelasin kondisinya supaya dia ngerti, tapi tetep aja emang dasar stubborn. Mmm.. semoga keadaan cepat membaik. amin.. amin.. ya iya lah harus membaik, kalo gak, mau dikemanain tuh cincin yang udah dipesen.


Friday, July 29, 2011

Runaway Holiday: Singa Raksasa di dalam Hotel

Maret 2011. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi Singapura, negara kecil yang memiliki segudang tempat wisata menarik. Perjalanan ini merupakan liburan ke luar negeri pertamaku sekaligus perjalanan pertamaku menggunakan pesawat! hehehe..Aku mengelilingi Singapura bersama dua rekan kerja lelaki selama 3 hari 2 malam. Kami tiba malam hari di Changi Airport sekitar pukul 10 dan langsung menuju Geylang, Aljunied untuk mencari motel murah yang cocok untuk kantong backpacker seperti kami.
Pagi-pagi sekali kami memulai liburan ini. Dengan menggunakan MRT (monorel bawah tanah) kami mengunjungi beberapa tempat dalam 1 hari, seperti Chinatown, Marina Bay, Marina Barrage, Esplanade, dan tentu saja landmark yang menjadi icon Singapura, yaitu Merlion Park.
Semua orang pasti sudah tau Merlion Park itu adalah taman di mana terdapat patung singa raksasa berwarna putih (Merlion) yang memancurkan air dari mulutnya dan dikelilingi sebuah danau yang indah dan beberapa gedung-gedung tinggi berarsitektur modern.Tapi saat sampai di Merlion Park, kami tidak melihat Merlion raksasa yang sangat terkenal itu. Kami sangat kecewa karena hanya mendapati patung Merlion yang berukuran kecil dengan air mancur yang kecil pula. Untuk mengobati kekecewaan, kami berfoto juga di Merlion mini itu. Ya sudah lah daripada gak foto kenang-kenangan sama sekali.
Di belakang Merlion mini itu ada sebuah bangunan non permanen yang berdiri di atas danau. Bangunan kecil berwarna merah itu namanya "The Merlion Hotel". Apa sih ini? Kami ingin tahu. Ternyata itu adalah sebuah proyek hotel buatan seorang desainer Jepang. Mmm.. hotel apa ya ini? koq kecil banget, sepertinya cuma satu kamar saja. Kami dengar-dengar dari turis-turis lain bahwa hotel ini tidak disewakan secara umum. kami tambah ingin tahu lebih banyak lagi saat melihat barisan turis mengantri masuk ke hotel itu. Ya! Kami boleh masuk ke hotel itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya.
Sekitar setengah jam kami mengantri di bawah teriknya matahari Singapura. Ketika sampai diujung antrean, kami boleh memakai payung yang disediakan panitia. uh.. thanks God! Kulitku sudah merah-merah dan sepertinya sudah tercetak "garis" kulit yang terbakar di leher dan di lengan. Coba tadi sunblokku tidak kutinggal di kamar hotel. Lotion saja kayaknya gak cukup untuk menangkis sinar UV langsung. Ketika aku "menyumpah-nyumpah" kepanasan, dua teman lelakiku sibuk ngomongin dua wanita asia di antrean belakang. Dari bahasanya, mereka orang Jepang. Salah satunya memang cantik sekali. Seorang temanku yang akan segera pindah ke Jepang untuk kuliah tertantang untuk mengajak bicara dua wanita Jepang itu. Huu.. dasar.. cewek cantik aja cepet deh.. Tapi terserah deh namanya juga dia lagi usaha mencari gebetan.
Akhirnya tiba juga giliran kami untuk masuk ke The Merlion Hotel. Kami harus melepas sepatu sebelum menaiki tangga menuju pintu masuk hotel. And you know what???? Tangga dari baja itu panasnya minta ampun sampai kami harus naik sambil berlari!! Salah seorang turis dari rombongan giliranku protes kepada panitia kenapa tangga tersebut tidak dialasi karpet atau kain atau apa lah yang bisa mengurangi panas langsung ke telapak kaki kami. Again, sebelum masuk ke pintu utama hotel kami harus menunggu untuk mendengar sedikit introduction dari panitia. Well, udah gak sabar nih...!
Jreng.. Jreng...! Dan pintu utama hotel dibuka! Wow!!!! Ada singa putih raksasa di belakang tempat tidur!! Jadi ini Merlion aslinya yang tidak kami temukan tadi. Merlion ini sedang tidak "muntah", alias tidak memancurkan air karena sekelilingnya tertutup papan berkarpet merah dan terbatasi dinding dengan wallpaper penunggang kuda. "Hotel mengapung" ini memang hanya memiliki satu kamar yang menghadap langsung ke danau dan Marina Bay. Bener-bener mantap! Kamar mandinya pun langsung menghadap ke laut. Enaknya kalau bisa menginap di sini. Mandi di sini sambil melihat kapal amfibi melintas di danau... Tapi apa bisa tidur ya kalau ditungguin singa segede gini? hihihi...
Kami cuma punya waktu 15 menit untuk melihat-lihat isi hotel mini itu. Sebelum keluar, foto-foto dulu... hehehe.. Sebentar berada di hotel ini cukup berkesan, dan tentunya penuh perjuangan. The Merlion Hotel hanya dipamerkan hingga bulan Mei 2011. Aku dan dua temanku tiga orang yang cukup beruntung bisa menikmati pengalaman yang sangat jarang terjadi di Singapura ini. Liburan ini sepertinya menjadi liburan terakhir kami bersama-sama. Aku dan temanku yang pertama sudah pisah tempat kerja, dan temanku yang satu lagi sudah ada di Jepang sekarang untuk kuliah.