Sunday, February 15, 2015

Welcome our 2nd prince

Alhamdulillah telah lahir putra kami yang kedua hari ini 15 Februari 2015, pukul 16.30 WIB di RS Pertamina Jaya, pulomas, melalui Operasi Caesar, dibantu oleh dr. Laksmi, Sp.OG.

Nama baby masih dalam perumusan. Sementara ini dipanggilnya "si Entong"

Persiapan Operasi Caesar

Minggu (15/02), setelah hampir 24 jam diinduksi, dengan perkembangan tidak begitu baik untuk si baby, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk operasi caesar.

Hasil USG terakhir menunjukkan air ketuban sisa 5cm. Pemeriksaan dalam menunjukkan pembukaan 2. Kepala baby sudah bisa terjangkau jari dokter namun tidak menyundul-nyundul. Diperkirakan bahwa gerakan bayi melemah karena semakin sedikitnya air ketuban sebagai media geraknya. Dengan demikan, induksi dianggap gagal.

Operasi akan dilakukan pukul 4 sore. Aku sudah berpuasa sejak pukul 1 siang. Sebelumnya aku masih diinfus dengan cairan glukosa, dan diberikan beberapa obat yang dimasukkan ke lubang infus, di antaranya adalah antibiotik.

Setelah dimasukkan obat-obatan tersebut, aku merasa agak gelisah. Leherku berkeringat dan perutku agak tegang. Aku merasa nervous. Bidan menyarankanku untuk menarik nafas dalam. Sesaat kemudian, ia mengambil sedikit darahku untuk tes (lupa namanya). Tidak berapa lama aku mencoba menenangkan diri dan tertidur.

Pukul 3 sore bidan menggantikan baju seragam pasien dengan baju operasi. Ia juga memintaku untuk melepas semua perhiasan yang kupakai. Beginilah tampilanku sebelum masuk ruang operasi.

Friday, December 27, 2013

Last Day at Binus

Today is my last working day at Binus University. I resigned after 2,5 years working at the campus located at Jalan Kebon Jeruk, west Jakarta.

I did both structural and copy editing as well as a little translation on scientific papers written by lecturers. As the papers were obliged to be submit by all lecturers every semester, I regret that some of them were written poorly.

Nevertheless, I've gained a lot of knowledge regarding to scientific writing. As I learned from the guidance made by Binus and other resources online, I found how to write scientific paper in proper method. Additionally, I was aknowledged with APA style that I have never known before.

I was thankful that I got nice friends and comfort environment at Binus. Bye bye Binus. Thank you for the experiences.


Monday, December 16, 2013

A conversation with an Old Lady

As usually this evening I waited for Mayasari bus AC49 at the bus stop in front of Slipi Jaya Mall, West Jakarta. Looking at the waiting seat under the shelter, I slipped my body in an empty space between two women.

A moment later, an old lady on my left side spoke to me with a wierd words. She appologized that she couldn't speak clearly due to a stroke. But I understood a bit.

"My purse was torn by a pick pocket," she said showing me the torn purse, "I had no money for paying the bus home."

I was pitty on her. "Just tell the bus conductor that you have no money, Maam", I said.

"I don't think he'll understand my words." Her voice sounded miserable.

Later I knew she needed Rp8k to pay for the bus. I thought for a while whether she lied or not. But then I changed some money before gave it to her. She was grateful.

Our conversation continued to her life story. It was her sick brother that brought her there. He was alone taking the trip to his place since her children were at work. They were married and left home to live their new lives. She got a grandchild to nurse since his mom worked. But the grandchild had passed away due to dengue fever. This story part made her sad.

Suddenly my bus came that made a farewell for us. May Allah saved her on her way home, and me too.

Wednesday, December 11, 2013

Smokes in the Campus Building

The fire alarm rang followed by white smokes entering the campus hall. Then we heard information through the speaker that there was a fire on the fifth floor! Everybody was ordered to leave the building to the assembly point, and to be not panic!

Surely I and two colleages followed the instruction to leave out. We walked out slowly since this was only a simulation of how to handle a fire in our building. We went to an open space and had a little break. We just sat down, had a little talk and played our smartphones.

After some minutes we decided to go back to the work station, although most people were still outside. Once we were in, several security officers came in and ordered us to leave. Surprisingly they found a little boy beside our room. An officer held him out.

A colleage named Yogi was mad to the security officer when he came with the boy. "I've told you there was a boy inside!", shout Yogi "I should have come in to take him. Why the hell you didn't allow me?"

The boy was with us. He was a colleage's son namely Reynold - 7 years old. He was found alone in his dad's room playing his phone. He was not afraid with the situation. He was a brave boy. I liked him.
In a moment we heard another information that the simulation was over. "Let's come in." I told the little boy.

My baby's first year: getting enriched

I have never written anything for a year. Now my baby boy "Fathan Arfa Makhazi" is already one year old. Alhamdulillah. He is still a crawler, but sometimes can walk one to three steps by himself.

He's getting enriched day by day. He can wave to someone who is leaving. He can do "kiss bye". Surprisingly, he can dance with different styles according to the types of music he is listening to.

He lifts his hands like praying when he heards sholawat. I teach him to do it. On contrary, he shakes his head and twist his wrists when heards dangdut musics. I don't teach him this one. Haha..

I'm so proud of him and what he achieves during the growth. I hope he can walk by him self before my birthday next two weeks as my birthday gift. I love you son.

Sunday, December 2, 2012

Coconut Oil: A Tip for Smooth Delivery

A few days ago I had a morning walk with granny to Aunt Yayang's house. When we had a conversation, Aunt Yayang suggested me to consume coconut oil for smooth delivery. She did it since her first pregnancy, and it worked. Granny did it also.

So as I arrived home, I told mom to make me some home-made coconut oil. She said that she consumed it also. It is easy to make. Cook some shredded coconut (without oil) until it releases some oil. Filter the waste, and take the oil.

This morning the coconut oil is already served on the dining table. I drank it a spoon. Hoped it will work. Wanna try? It tasted like Klepon cake flavor, which is not bad.


Friday, November 23, 2012

Seperti Mimpi

Kemarin selepas sholat ashar aku dengar samar-samar suara ayah dari lantai bawah bahwa suamiku datang. Tapi tak kuhiraukan karena setahuku dia seharusya ada di Bandung untuk dinas sore. "Gak mungkin," batinku. Lalu dengan masih memakai mukena kulanjutkan berdoa, diiringi suara hujan deras, sambil menunggu magrib yang hanya tinggal 15 menitan lagi.

Selang beberapa detik ada yang mengetuk pintu kamar. Saatku menoleh ternyata suamiku! I'm so surprised! Dia datang dengan basah kuyup kehujanan. Senangnya aku.

"Kok gak bilang mau pulang?" tanyaku sambil cubit-cubitin perutnya yang agak buncit itu.
"Aku tadi rapat di kantor unit Kramat," katanya mencoba menghindar dari cubitanku.
"Jelek... kenapa gak ngasih tau sih.." Aku terus mencubitinya.
"Aduh sakit.Tadi siang kan aku sms lagi rapat."
"Iya tapi gak bilang kalo di Jakarta."
"Hehe.. kan mau nengokin dede.." Ujarnya cengar-cengir.

Ini sudah kali ke 3 dia membuatku surprised dengan kedatangannya. hihi.. Tapi pagi tadi sekitar pukul 8 dia sudah berangkat lagi ke Bandung untuk kembali kerja dan latihan persiapan lomba di Lombok 27 November nanti. Pertemuan yang hanya berlangsung satu malam ini bener-bener seperti mimpi. Mimpi yang menyenangkan :)

Tuesday, November 6, 2012

Jerawat Saat Hamil

Sudah dua kali selama delapan bulan ini jerawat tumbuh di wajahku. Gak tanggung-tanggung ukurannya hampir setengah senti. Rasanya gatal dan kepingin garuk aja. Gemes deh setiap kali melihat ke cermin.

Tapi urusan jerawat ini memang menguji kesabaran kaum perempuan ya. Apalagi saat hamil, jerawat bisa tumbuh karena pengaruh meningkatnya hormon. Mengutip dari sehat-enak.blogspot.com, perubahan hormon di tingkat progesteron adalah salah satu faktor yang berhubungan dengan jerawat selama kehamilan. Progesteron dapat meningkatkan sekresi kulit, menyebabkan kelenjar minyak memproduksi untuk mengaktifkan. Minyak yang dihasilkan dapat menyediakan media pertumbuhan yang sempurna untuk bakteri yang menyebabkan masalah kulit, termasuk jerawat.

Gimana sih cara mengatasainya? Seperti yang banyak dikatakan dokter, konsumsi obat-obatan tertentu sangat tidak disarankan selama kita hamil, karena bisa saja bahan kimia di dalam obat memberi pengaruh yang tak kita ketahui pada janin. Nah, berikut tips aman mengatasi jerawat yang dikutip dari bayidanibu.blogspot.com:

1. Minum air mineral delapan gelas sehari
2. Tambahkan asupan buah-buahan pada menu makan
3. Usap keringat dengan tisu, dan jangan biarkan tinggal lama-lama di wajah
4. Lakukan perawatan dengan masker jeruk atau mentimun yang alami dan tidak berbahaya bagi kandungan


Sepertinya tips di atas sangat mudah untuk dipraktikkan. Yuk kita coba!

Saturday, November 3, 2012

Pilah-Pilih Nama

It's a Boy! Empat kali hasil USG menyatakan bahwa jenis kelamin anak kami Insya Allah lelaki. So, aku dan suami concern mencari hanya nama untuk anak lelaki. But, cukup sulit ya memilih nama anak dari ratusan nama-nama bagus yang ada. Aku dan suami lebih menyukai nama yang bernafaskan Islam sehingga tanpa ditanya agamanya orang sudah tahu bahwa anak ini seorang muslim. Selain itu, nama belakangnya wajib memakai Makhazi seperti nama Papanya, Kurnia Agung Makhazi.

Sejauh ini ada dua rangkaian nama pilihan yang menjadi kandidat untuk diberikan kepada anakku, yaitu:
Fathan Affan Makhazi yang artinya kemenangan putra Makhazi dalam mencegah dari perbuatan buruk
dan
Faeyza Arfa Makhazi yang artinya kesuksesan yang mulia dari anak Makhazi.

Dua-duanya aku suka. Tapi suami lebih suka yang pertama. Masalahnya, anak ini adalah cucu sekaligus cicit pertama di keluargaku. So, banyak banget yang antusias berkomentar soal nama. Terutama nenekku yang tinggal satu-satunya. Beliau gak suka banget dengan nama Fathan, karena mirip dengan nama tetangga depan yaitu Matan. Fiuh...

Bingung ih. Kita lihat perkembangannya nanti setelah si baby lahir. Hope we'll get the best one for all.






Wednesday, October 31, 2012

Maternity Photo

Few days ago Aunt Neneng brought me a maternity tabloid "Nakita". One interesting feature inside is "Indahnya Kehamilanku" which posts several photos of happy pregnant women. Sure I was interested to send  them my maternity photo.

It looked like this.


It was taken when my pregnancy was about 6 months at MStudio Jatinangor. Hoped to see it posted on November Edition.

I have some others accompanied by my husband. Here they are. :*






Tuesday, October 23, 2012

Antara Jakarta-Bandung Season 2


Pagi tadi aku harus melepas suamiku tercinta kembali ke Bandung untuk kembali bekerja. Sedih. Berkali-kali aku menangis sebelum ia berangkat, bahkan sebelum dia mengantarkanku untuk dititipkan ke orang tuaku di Jakarta seminggu lalu. Mulai hari ini aku hanya bisa bertemu dengannya setiap 12 hari sekali, sama seperti dulu saat baru menikah dan masih tinggal terpisah antara Jakarta-Bandung.

Tuh kan aku jadi nangis lagi.
Bunda and dede miss u, Papa.


Monday, October 15, 2012

32-Week: Preparing to Go Back to Jakarta

It's 31 week-4 day of my pregnancy now. My baby is growing healthy and actively gives movements that sometimes I feel gentle, sometimes quite hard. Now I have a little more appetite than few weeks before. Hopefully I can gain 2-3kgs more at the end of this week.

Actually I'm planning to go back to Jakarta in early November, staying at my parents' house till I deliver the baby later on December (as predicted by doctors). But my lovely husband got an immediate work agenda in Jakarta on Thurs Oct 18. So he "ordered" me to prepare my early coming home on Wednesday this week.

It's too early, indeed. I still want to have more time with him in this this small house. Waking him up in the morning, preparing his breakfast, cooking for lunch and dinner, ironing his clothes, hugging and cuddling as I get asleep at night. Sort of sweet things as a couple who live happily only the two of us (and with the lovely baby).

I will miss him a lot.



Monday, April 23, 2012

2 Red Bands: Positive..!


Alhamdulillah it's been 6 weeks now of my first pregnancy. It was revealed on Monday 9 of April 2012. It was a week late for my regular monthly period that it meant I was conceiving for 4 weeks (1 month).
 
I and the whole family were sooooo happy. The child we've been waiting for for about 3 months is coming within 8 months.

Now I start feeling like other moms-to-be do: morning sick! But it's OK. I'm happy with this.
I love you baby.

Thursday, March 29, 2012

Rumah Betawi dalam Resepsi

Jauh sebelum kata pernikahan terucap, gue udah sumpah serapah dalam hati, "Kalo nikah nanti gue mau pake pelaminan rumah betawi". Maka dari itu pernikahan kami mengusung tema adat Betawi, sesuai dengan adat asal keluarga gue dan keluarga Agung. Intinya, dari awal akad sampe akhir resepsi maunya bertema betawi.

Akhirnya setiap survey vendor wedding organizer gue selalu cari tau dulu apakah mereka menyediakan pelaminan betawi. Banyak vendor yang punya rumah Betawi yang bagus. Salah satunya adalah Ozi Salon, setidaknya begitulah yang terlihat di brosurnya. Setelah sreg dengan make-up dan pakaian yang mereka punya, pelaminan betawi, plus bujuk raju manis dari pemiliknya, akhirnya gue pilihlah Ozi Salon ini.

Ternyata pelaminan betawi ini dipesan dari sebuah vendor dekorasi. Kami janjian dengan pemilik dekorasi itu untuk milih model pelaminan betawi yang akan kami pakai. Bagus-bagus sih. Sayangnya model awal yang gue pilih ga memungkinkan untuk gedung resepsi yang gue pakai, karena model atap joglo yang tinggi tersebut tidak mencukupi untuk dimasukkan ke dalam gedung. Akhirnya kami pilih model rumah betawi si Doel, yaitu tanpa atap trapesium (joglo). Begini lah penampakan rumah betawi yang kami pakai di resepsi:


Gimana? menurut gue udah cukup bagus, tapi ada posisi bunganya terlalu ke bawah. Jadi ketutupan deh pas pada berfoto. Tapi overall gue puas dengan model ini. Tengkyu for the decoration team.


Wednesday, March 28, 2012

Lewatin Palang Pintu Baru Akad Nikah

Daarrr..! doorrrr!

Bunyi petasan mengagetkanku dan orang-orang yang ada di ruang rias. Ibu Rodiah, perias pernikahanku, dan asistennya yang gak jelas laki apa perempuan, langsung sumpah serapah ngeluarin ke-latah-an-nya karena kaget. Petasan yang menggemparkan Komplek AIRUD pagi itu (Minggu, 11 Desember 2011) menandakan bahwa calon pengantin pria a.k.a. aa Kurnia Agung Makhazi dan rombongan telah tiba di tempat acara pernikahan kami di Gedung Tirta Kemala Sari AIRUD, Jakarta Utara.

Aku yang sejak semalam sebelumnya santai-santai saja, sontak tersadar bahwa pagi itu aku dan Agung benar-benar akan nikah, cuy! Anxiety mulai melanda, terlebih saat menyadari bahwa aku belum selesai mengenakan kerudung!

"Selamat datang kepada rombongan keluarga H. Abdul Aziz..." terdengar dari ruang rias kalau MC nya udah mulai buka suara.



Sebelum akad nikah dimulai, kami menggelar acara adat Betawi yaitu Palang Pintu. Ini acara yang biasa digelar masyarakat betawi khususnya oleh keluarga calon pengantin wanita untuk menyambut calon pengantin pria beserta rombongan besan. Inti dari acara ini yaitu menaklukkan keluarga calon pengantin wanita agar dapat menerima kedatangan pengantin pria untuk menikahinya, caranya dengan membawa jawara alias jagoan silat untuk bertarung dengan jawara dari pengantin wanita. Tak hanya harus jago bertarung secara fisik, para jawara pun harus jago bertarung pantun loh.

Selang beberapa saat group palang pintu mulai terdengar bales-balesan pantun. Agung juga ditantang untuk bales pantun. 




Selesai sudah sesi dandan sekaligus memakai pakaian pengantin beserta kerudungnya. Begini nih penampakannya..

Gimana? Cantik kan gue? hihihi.
Sambil nunggu gruop palang pintu selesai berpantun ria, gue sempetin foto-foto dulu sama sohib Wury yang dateng sama her little cutie niece (Gimana mau cari gebetan di acara sih jeng kalo lo dateng bawa anak kecil.. hufff)

Matahari mulai naik, udah hampir setengah 10 pagi WIB. Suasana pantun juga semakin memanas, sampe berlanjut ke acara beranteman. Jadi ceritenye jawara dari pihak lelaki harus bisa ngalahin dua orang jawara pihak gue (padahal sih udeh kong kalikong supaya jawara lelaki menang tarung. Kalo kaga, ya batal dong kawinnye. hehehe..). Nih beberapa foto aksi mereka.





So, jawara dari pihak penganten lelaki ceritenya udah berhasil bikin dua jawara pihak gue lari kebirirt-birit. Now, pengantin lelaki beserta keluarganya dipersilakan masuk dan disambut oleh untaian bunga melati yang dilingkarkan di leher calon pengantin lelaki alias Agungku tercinta.



Sebelum lanjut ke acara utama, yaitu Ijab Qabul, biasa deh ada acara seserahan.


Lalu sambut-sambutan dari perwakilan keluarga gue selaku pemangku hajat yang dibalas oleh perwakilan keluarga Agung sebagai besan.

Oomnya Agung memberi sambutan



Terus dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Merdu banget suara Qori'nya (kedengaran dari tempat persembunyian gue). Dan beliau hafal loh bacaannya.

Qori' melafazhkan ayat Al-Quran
Lalu tiba saatnya gue dipanggil keluar untuk ijab qabul, dianter sama adek gw, Anis.

Gw yang mau kawin kok ade gw yang tegang..

Masih ada surat-surat yang perlu ditanda-tanganin dari KUA oleh kami berdua.


Untuk ngusir muka tegang kami, penghulunya sedikit ngelawak.. Jadi gini deh mukanya..



Makin tegang deh! pak penghulu udah siap-siap aja menjalankan tugasnya. Tapi sebelum ijab qabul dilaksanain, gue mesti minta ijin dulu sama ayah buat dinikahin. Tapi gue malah ga bisa ngeluarin satu katapun! cuma nangis aja sesenggrukan. Inget dosa-dosa sama ayah. Akhirnya cuma cium tangan ayah aja. lalu cium tangan ibu dan mbah cewe. Sedihnya mbah laki lagi terbaring sakit ga bisa hadir di acara.



Alhamdulillah, ijab qabul terlaksana lancar jaya. Dalam satu kali sebut gue dan Agung resmi jadi laki-bini. hihihi.. senengnyaaaa...



Selanjutnya, acara sungkeman. Ini juga bagian yang paling sedih. Agung malah sampe nangis kejer sambil meluk ayahnya.
gue sungkem sama mama mertua

Agung sungkem sama nyokap gue.


Terakhir acara foto-foto dan makan-makan....


Kiri ke kanan: Heru, Iik, Bambang, Afit, Agung, Gue, Atiek, Wury

Abis itu jeda kurang lebih 2 jam untuk ganti baju resepsi a ala betawi. Penasaran liat tampang kami berdua? tungguin post berikutnya yah.

Thank you for reading :)

Monday, January 2, 2012

Yaaayyyy Wedding..!!!

Setelah semua yang ribet-ribet dijalani:

  • Nyari kebaya buat tunangan (Dari Tanah Abang kesorean ga dapet apa-apa, pindah ke ITC Cempaka Mas. Dapet yang pas badan pas budget! yayyy!!)
  • Nyari cincin tunangan yang bikin pusing. (Beda pendapat mulu. Ujung-ujungnya pake pilihan honeydut.)
  • Tunangan alias Lamaran 10-09-2011
  • Nyari-nyari vendor make up dan tetek bengeknya untuk resepsi selama bulan Oktober
  • Beli barang-barang seserahan. (Paling ribet waktu beli sepatu karena susah banget nemu yang pas di kaki gue yang sangat mini ini. Dari Tanah Abang ujung-ujungnya ke Mal Kelapa Gading. Tapi dapet juga yang pas di kaki pas di hati, pas di budget :)
  • Berburu souvenir dari Asemka sampe ITC Cempaka Mas.
  • Nyari model undangan dan baru dicetak pertengahan November
  • Nyebarin undangan awal Desember (Masih ada juga ternyata yang belom sempet dianter hehehe)
  • Nyetak tambahan undangan 1 minggu sebelum hari H karena masih kuraaaang... hiks hiks..
  • dan berantem-berantem-an sama honeydut karena beda pendapat soal other small stuffs,

Alhamdulillah akhirnya terlaksana pernikahan kami yang dinanti-nanti dengan khidmat dihiasi nuansa betawi, Minggu 11 Desember 2011 pk. 09.00 - 18.00 di gd. Tirta Kemala Sari, Komplek AIRUD, Jakarta Utara.


Terima kasih banyak untuk:
  1. Orang tua gue tercinta Bpk. Achmad Jawadi & Ibu Sri Rahayu yang paling repot dari sebelum tunangan sampe selesai pernikahan
  2. Mbah Hj. Halimah, Tante Yayang, Tante Neneng, Tante Titi, Tante Nona, Kak Merry, Novi yang bantuin di meja buffet. You are the best aunties lah!
  3. Om Bahru, Om Budi, Om Iyan yang ikutan repot juga bolak-balik ngerjain ini itu.
  4. Apid yang rela disuruh-suruh padahal dah dandan keren. 
  5. Tim makeup (banyak yang pangling sama muka gue. Puas deh!)
  6. Tim dekor. (Dua jempol kata jeng Wury!)
  7. Tim Palang Pintu. (keren deh para jawaranye sampe kotor-kotoran di jalan).
  8. Keluarga besar H. Nasib & Hj. Halimah yang ikut mengiringi saya pada akad nikah dan resepsi
  9. Keluarga besar H. Abdul Aziz yang ikut mengiring suami tercinta pada akad nikah dan resepsi
  10. Afit, Dewi, Dwi yang mau dititipin undangan untuk temen-temen lain
  11. Wury, Afit, Bambang, Heru, Vita, Iik, Atiek yang nungguin akad nikah.
  12. Semua tamu-tamu yang hadir (temen-temen SMPN 244, SMAN 73, STBA LIA, BINUS, SMPN 162, SMKN 4, Polman ASTRA, Pertamina, KOPLAK, ECC, beserta kado dan angpaonya. hehehe..)
  13. Semua yang turut andil membantu terlaksananya pernikahan kami

Thank you so much. Barakallahu lakum wa lana.
-Firda & Agung-

Saturday, August 27, 2011

Pre-Engagement War

Mungkin banyak couple menjelang engagement day lagi romantis-romantisnya. Unluckily, gw sama honeydut ga gitu tuh. Engagement day  tinggal dua minggu lagi. Tapi doi adaaaaa aja bikin ulah, nyari gara-gara. Nambahin ujian puasa gue aja. Ada aja yang diributin, dah kaya anak kecil. Puncaknya tuh happened last night. Si honeydut marah besar gara-gara gw pulang acara buka bersama nebeng sama temen kantor laki-laki. Tega banget sih dia masa gue suruh pulang sendiri di tengah Petamburan antah berantah.

Sebenernya sih gw ga begitu takut pulang malem sendirian, dah biasa dari jaman kuliah. But, pemberitaan akhir-akhir ini soal mahasiswi Binus yang dibunuh sama supir mikrolet M24 yang lewatin Binus bikin gw sedikit merinding disko.

Gw dah nyoba jelasin kondisinya supaya dia ngerti, tapi tetep aja emang dasar stubborn. Mmm.. semoga keadaan cepat membaik. amin.. amin.. ya iya lah harus membaik, kalo gak, mau dikemanain tuh cincin yang udah dipesen.


Friday, July 29, 2011

Runaway Holiday: Singa Raksasa di dalam Hotel

Maret 2011. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi Singapura, negara kecil yang memiliki segudang tempat wisata menarik. Perjalanan ini merupakan liburan ke luar negeri pertamaku sekaligus perjalanan pertamaku menggunakan pesawat! hehehe..Aku mengelilingi Singapura bersama dua rekan kerja lelaki selama 3 hari 2 malam. Kami tiba malam hari di Changi Airport sekitar pukul 10 dan langsung menuju Geylang, Aljunied untuk mencari motel murah yang cocok untuk kantong backpacker seperti kami.
Pagi-pagi sekali kami memulai liburan ini. Dengan menggunakan MRT (monorel bawah tanah) kami mengunjungi beberapa tempat dalam 1 hari, seperti Chinatown, Marina Bay, Marina Barrage, Esplanade, dan tentu saja landmark yang menjadi icon Singapura, yaitu Merlion Park.
Semua orang pasti sudah tau Merlion Park itu adalah taman di mana terdapat patung singa raksasa berwarna putih (Merlion) yang memancurkan air dari mulutnya dan dikelilingi sebuah danau yang indah dan beberapa gedung-gedung tinggi berarsitektur modern.Tapi saat sampai di Merlion Park, kami tidak melihat Merlion raksasa yang sangat terkenal itu. Kami sangat kecewa karena hanya mendapati patung Merlion yang berukuran kecil dengan air mancur yang kecil pula. Untuk mengobati kekecewaan, kami berfoto juga di Merlion mini itu. Ya sudah lah daripada gak foto kenang-kenangan sama sekali.
Di belakang Merlion mini itu ada sebuah bangunan non permanen yang berdiri di atas danau. Bangunan kecil berwarna merah itu namanya "The Merlion Hotel". Apa sih ini? Kami ingin tahu. Ternyata itu adalah sebuah proyek hotel buatan seorang desainer Jepang. Mmm.. hotel apa ya ini? koq kecil banget, sepertinya cuma satu kamar saja. Kami dengar-dengar dari turis-turis lain bahwa hotel ini tidak disewakan secara umum. kami tambah ingin tahu lebih banyak lagi saat melihat barisan turis mengantri masuk ke hotel itu. Ya! Kami boleh masuk ke hotel itu untuk melihat apa yang ada di dalamnya.
Sekitar setengah jam kami mengantri di bawah teriknya matahari Singapura. Ketika sampai diujung antrean, kami boleh memakai payung yang disediakan panitia. uh.. thanks God! Kulitku sudah merah-merah dan sepertinya sudah tercetak "garis" kulit yang terbakar di leher dan di lengan. Coba tadi sunblokku tidak kutinggal di kamar hotel. Lotion saja kayaknya gak cukup untuk menangkis sinar UV langsung. Ketika aku "menyumpah-nyumpah" kepanasan, dua teman lelakiku sibuk ngomongin dua wanita asia di antrean belakang. Dari bahasanya, mereka orang Jepang. Salah satunya memang cantik sekali. Seorang temanku yang akan segera pindah ke Jepang untuk kuliah tertantang untuk mengajak bicara dua wanita Jepang itu. Huu.. dasar.. cewek cantik aja cepet deh.. Tapi terserah deh namanya juga dia lagi usaha mencari gebetan.
Akhirnya tiba juga giliran kami untuk masuk ke The Merlion Hotel. Kami harus melepas sepatu sebelum menaiki tangga menuju pintu masuk hotel. And you know what???? Tangga dari baja itu panasnya minta ampun sampai kami harus naik sambil berlari!! Salah seorang turis dari rombongan giliranku protes kepada panitia kenapa tangga tersebut tidak dialasi karpet atau kain atau apa lah yang bisa mengurangi panas langsung ke telapak kaki kami. Again, sebelum masuk ke pintu utama hotel kami harus menunggu untuk mendengar sedikit introduction dari panitia. Well, udah gak sabar nih...!
Jreng.. Jreng...! Dan pintu utama hotel dibuka! Wow!!!! Ada singa putih raksasa di belakang tempat tidur!! Jadi ini Merlion aslinya yang tidak kami temukan tadi. Merlion ini sedang tidak "muntah", alias tidak memancurkan air karena sekelilingnya tertutup papan berkarpet merah dan terbatasi dinding dengan wallpaper penunggang kuda. "Hotel mengapung" ini memang hanya memiliki satu kamar yang menghadap langsung ke danau dan Marina Bay. Bener-bener mantap! Kamar mandinya pun langsung menghadap ke laut. Enaknya kalau bisa menginap di sini. Mandi di sini sambil melihat kapal amfibi melintas di danau... Tapi apa bisa tidur ya kalau ditungguin singa segede gini? hihihi...
Kami cuma punya waktu 15 menit untuk melihat-lihat isi hotel mini itu. Sebelum keluar, foto-foto dulu... hehehe.. Sebentar berada di hotel ini cukup berkesan, dan tentunya penuh perjuangan. The Merlion Hotel hanya dipamerkan hingga bulan Mei 2011. Aku dan dua temanku tiga orang yang cukup beruntung bisa menikmati pengalaman yang sangat jarang terjadi di Singapura ini. Liburan ini sepertinya menjadi liburan terakhir kami bersama-sama. Aku dan temanku yang pertama sudah pisah tempat kerja, dan temanku yang satu lagi sudah ada di Jepang sekarang untuk kuliah.

Tuesday, June 14, 2011

New Office, New Table, New People

05:56 I woke up this morning with sleepy eyes and messy hair, rushed to the kitchen to drink one or two glasses of water. I do this ritual every morning to "encourage" my metabolism, so I can do my routine excretion activity at the rest room"effortlessly". I spent about half an hour in the 2x3m room to have the excretion (and also a quick bath).

Having a little makeup and followed by a half portion of breakfast, I jumped onto Dad's bike taking me to the large intersection people usually wait for buses. In a  moment after I got off the bike, I saw my bus! Oh thanks God! Well, I usually need to wait for about half an hour to get the bus. A little entertainmet was given by the driver by playing some upbeat musics from Lady Gaga, Black Eyed Peas, and some others. Good job, driver!

08:40 I arrived at Binus University at Jl. Kebon Jeruk, West Jakarta, after a long hectic fuckin traffic jam on the toll road. Anyway, I didn't come to that place to have a lecture, but to work, and to get paid. Yup, I now work for Library and Research Department of Binus University as a Publication Editor.

Today is the second day I come to this elite campus. I dont know how many floors they have, maybe eight. I knew that because I've had an interview at a room on seventh floor, and it seemed there was still a floor above it.

But I know a little about the library, the area where my office is located. It is a very large room with some rooms inside it such as Students lounge, Warehouse, and Editorial's Room. I work in Editorial's Room with 10 or maybe 12 other staff, and there are still several people which are the superior staff in other two small rooms inside.

On my table, I only have some journals on it to read. This room is so "public", no separating boards on the table, no privacy at all. Having no computer yet, I only do Facebook, Twitter, and a little browsing on women's stuff. Thanks to my netbook, you give a little help for me killing the time, hopefully until 5pm later on. Yes, hopefully, because my BB is almost running out battery and damn I didn't bring the charger!